C I N T A

16 01 2008

Ya Aziz…

Jika cinta adalah ketertawanan

tawanlah aku dengan cinta kepadaMu

agar tidak ada lagi

yang dapat menawanku selain engkau

Ya Rahim…

Jika cinta adalah pengorbanan

tumbuhkan niat dari semua pengorbananku

semata-mata tulus untukMu

agar aku ikhlas menerima apapun keputusanMu

Ya Rabbi…

Jika rindu adalah rasa sakit

yang tidak menemukan muaranya

penuhilah rasa sakitku

dengan rindu kepadaMu

dan jadikan kematianku

sebagai muara pertemuanku denganMu

Ya Rabbi…

Jika sayang adalah sesuatu yang mempesona

ikatlah aku dengan pesonaMu

agar damai senantiasa kurasakan

saat terucap syukurku atas nikmat dariMu

Ya Allah…

Jika kasih adalah kebahagiaan

yang tiada bertepi

tumbuhkan kebahagiaan dalam hidupku

disaat kupersembahkan sesuatu untukMu

Ya Allah…

Hatiku hanya cukup untuk satu cinta

jika aku tak dapat mengisinya dengan cinta kepadaMu

kemanakah wajahku hendak kusembunyikan dariMu

Ya Rahman…

Dunia yang Engkau bentangkan begitu luas

bagai belantara yang tak dapat kutembus

di malam yang gelap gulita

agar tidak tersesat dalam menapakinya

Ya Rahim…

Berikan alas kaki buat hamba

agar jalan yang kutapaki terasa nikmat

meski penuh dengan bebatuan runcing & duri yang tajam

Hamba sadar semua ini milikmu

Dan suatu saat

jika Kau kehendaki

semuanya akan kembali jua kepadaMu

Hamba pasrahkan kehidupan hamba kepadaMu





Meraih Sukses

8 01 2008

Hikam :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

 

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah.” (Al-Hadist)

 

Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi pecundang, tapi kita telah disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia tapi juga untuk ukuran akhirat.

 

Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia juga sukses. Beliau tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Usia 12 tahun sudah melakukan perjalanan untuk berdagang dan pada usia 25 tahun telah menjadi seorang pemuda yang bermutu akhlaknya dan terpercaya pribadinya.

 

Rasul merupakan pemuda yang sukses karena, pada saat memberikan mas kawin atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul memberikan sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya pada saat itu telah menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sangat sukses.

 

Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus “tenang” karena keyakinan akan adanya kekuasaan Allah. Lalu, “terencana” dalam melakukan sesuatu, baru “tawakal”. Kemudian “terampil” dalam berkerja; “tertib” dalam kehidupan; “tekun” dan “istiqamah” dalam mengatasi kejemuan; “tegar” dan sabar dalam menerima musibah dari berbagai macam kejadian; “tawadhu” atau rendah hati, karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan martabat kita.

 

Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakini semua ini adalah milik Allah, yang membuat kita menjadi tawadhu dan rendah hati, terus-menerus membersihkan hati dan terus meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan yang terbaik, yang terlihat dari kemuliaan akhlak dan sempurnanya amal dengan hati yang ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

 

Bundel by  UGLY — Jan ’02








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.