19 02 2008

WARALABA FRANCHISE

WARALABA FRANCHISE FEE DIBAWAH 100 JUTA
1. Waralaba Roti Buana
Bisnis Bakery, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT Graha Praba Samanta, 021-5913896

2. Waralaba Laundrette
Bisnis Pencucian & Dry Clean, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sinar Eka Kreasi, 021-4755106

3. Waralaba FutureKid
Bisnis Training Konsultan Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. LPKT GRamedia, 021-5301991 Ext 1410

4. Waralaba Bali Nirwana Travel
Bisnis Tour And Travel Ticketing, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Bali Nirwana Tour & Travel, 0361-7444491/92

5. Waralaba KamaBoko
Bisnis Restaurant Berjalan Di Mobil, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
Surja Dharma, Jl. Padjajaran Bandung

6. Waralaba Malibu Photo Studio
Bisnis Photo Studio, Franchise Sekitar 30 Juta
PT Malibu 62 Photo Studio, 021-4522571, 021-4514723

7. Waralaba MySalon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Mega Mulia Mandiri, 021-5700820

8. Waralaba Rudi Hadisuwarno
Bisnis Salon Kecantikan & Beauty Training, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. Rudy Hadisuwarno, 021-3107613

9. Waralaba Fun Languages
Bisnis Pendidikan Bahasa, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Fun Languages International, 021-7236658

10. Waralaba Markaz Ritel
Bisnis Retail Food & Convenience, Franchise Sekitar Rp 30 Juta
PT Solar Sentra Distribusi, 021-7231051

11. Waralaba Alfa Mart,
Bisnis Retail Mini Market, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Sumber Alfaria Trijaya, 021-55755966

12. Waralaba O’ La La Café
Bisnis Kafe Roti & Lounge, Franchise Sekitar Rp 50 Juta

13. Waralaba Computertots
Bisnis Pendidikan Komputer Untuk Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
Yayasan Tunas Bangsa, 021-7652618

14. Waralaba Churo Pastel
Bisnis Makan / Food Counter “Churo”, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Kurnia Mitra Duta Sentosa, 021-5398003

15. Waralaba Nu Look, HR Cleaner
Bisnis Laundry Binatu, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Piramid Inti Ekatama, 021-7182970

16. Waralaba Bebek Bali
Bisnis Restoran Bebek Bali, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
PT. Sarwagata Keluarga Sarana, 021-5747667

17. Waralaba Julia Jewelry
Bisnis Perhiasan Jewellery, Frachnise Sekitar Rp60 Juta
PT. Sumber Kreasi Cipta Logam, 021-8199280

18. Waralaba Odiva
Bisnis Rental Video, VCD, DVD, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Tara Waralabas, 021-5601504

19. Waralaba Printer Tape
Bisnis Tinta Printer, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Printer Tape Indonesia, 021-6017888

20. Waralaba Mr. Celup’s
Bisnis Restoran Mobil, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
CV Celup Mitra Saudara, 0251-373877, 021-7158899

21. Waralaba Ristra Salon
Bisnis Salon Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Ristra Indolab, 021-7226673

22. Waralaba Widyaloka
Bisnis Pendidikan Komputer, Franchise Sekitar Rp 60 Juta
Yayasan Widyaloka, 021-6345946

23. Waralaba Wong Solo
Bisnis Restaurant, Franchise Sekitar Rp 65 Juta
PT. Sarana Bakar Digdaya, 021-7879061

24. Waralaba Hip Hop Bubble Drink
Bisnis Minuman Bubble Tea, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Mata Air Boga Lestari, 021-4898338

25. Waralaba Country Donuts
Bisnis Bakery Donat & Brownies, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
PT. Country Lestari, 021-8465985

26. Waralaba Es Teler 77
Bisnis Restaurant Es Teler, Franchise Sekitar Rp 75 Juta
CV Es Teler 77, 021-7355352

27. Waralaba Indomaret
Bisnis Convenience Store, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
PT. IndoMarco Prismatama, 021-6914478

28. Waralaba PurwaCaraka Music
Bisnis Sekolah Music PurwaCaraka, Franchise Sekitar Rp 80 Juta
Purwacaraka Music, 021-7988646

29. Waralaba California Fried Chicken
Bisnis Restaurant Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 90Juta
PT. Pioneerindo Gourmet Int. Tbk

30. Waralaba Century 21
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Century 21 Indonesia, 021-5682121

31. Waralaba Popeye Fried Chicken
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 95 Juta

32. Waralaba Domino’s Pizza
Bisnis Fast Food Pizza Antar, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Dunia Pizza Indonesia

33. Waralaba John Robert Power
Bisnis Sekolah Kepribadian, Franchise Sekitar Rp 95 Juta

34. Waralaba Jobs DB
Bisnis Website Pencari Kerja, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Jobs DB Indonesia, 021-5367888

35. Waralaba Abra Kebab
Bisnis Fast Food Kebab, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Abra Boga Rasa Asia, 021-7358038

36. Waralaba Digital Studio Workshop
Bisnis Digital Studio, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Cipta Visi Digital Studio, 021-45850107

37. Waralaba Kiddy Cuts, Fun Cuts
Bisnis Gunting Rambut Usia Dini, Franchise Sekitar Rp 90 Juta
PT. Kiddy Cuts Pratama Indonesia, 021-39833833

38. Waralaba Sederhana
Bisnis Restoran Padang Sederhana, Franchise Sekitar Rp 95 Juta
PT. Sederhana, 021-5359579

39. Waralaba Crispy Burger
Bisnis Counter Burger, Franchise Sekitar Rp 50 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048

40. Waralaba Crepes Coin
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Bogasari Flour Mills, 021-4301048

41. Waralaba Ultra Disc
Bisnis Rental DVD/VCD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Ultra Disc, 021-3443223

42. Waralaba Balon Udara
Bisnis Promosi Balon Udara, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Balon Udara Mitra Waralaba, 0274-488157

43. Waralaba Video Ezy
Bisnis Rental VCD/DVD, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
PT. Video Ezy, 021-563638

44. Waralaba Londre
Bisnis Laundry & Dry Cleaning, Franchise Sekitar Rp 15 Juta
PT. Italindo Citra Modern, 021-7228413

45. Waralaba Red Crispy
Bisnis Fast Food Ayam, Franchise Sekitar Rp 10 Juta
PT. Magfood Inovasi Pangan, 0251-371443

46. Waralaba Lekker Crepes
Bisnis Crepes Panekuk, Franchise Cuma 5 Juta!!
UD Vita Husada, 021-8446169

47. Waralaba Mailshop Plus
Bisnis Jasa Kurir Kirim Paket, Franchise Sekitar Rp 40 Juta
PT. Mitra Piranti Usaha, 021-4502094

48. Waralaba Mama Oven
Bisnis Makanan, Franchise Sekitar Rp 25 Juta
UD Vita Husada, 021-8446169

49. Waralaba M Print Shop
Bisnis Mobile Photo Printer Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777

50. Waralaba M Photo Box
Bisnis Photo Box Instant Fuji, Franchise Sekitar Rp 45 Juta
PT. Modern IndoLab, 021-3457777

51. Waralaba Blenger Burger / Red Hot Burger
Bisnis Penjualan Burger, Franchise Sekitar 10 ~ 20 Juta
Mr. Nevi di Esia 9263-4755

52. Waralaba Senyum Muslim Toko Buku Islam
Bisnis Toko Buku dan Asesoris Islami, Franchise Sekitar 25 Juta
Kelapa Dua wtan Raya 7B, Ciracas, Cibubur
Tel (021) 8473551, HP (0813-10594120) Mr. Sodik

53. Waralaba MK Express (Megantara Kargo)
Bisnis Jasa Kurir Pengiriman Udara, Franchise Sekitar 25 Juta
PT. Megantara Kargo
Blok B 2nd Fl, Room 23
Jalan Pintu 1Senayan Jakarta 10270
Tel (021) 70919914, 5736198 ext 223
email : kargo@megantara.co.id

54. Waralaba Wedang Wayang (Ny oktina)
Bisnis Minuman Kesehatan Tradisional, Franchise sekitar 5 Juta
CV Duta Kencana
Jalan Soragan 106 Yogyakarta
Tel (0274) 625082, HP 0813-16879038

WARALABA FRANCHISE FEE ANTARA 100 ~ 150 JUTA

1. Waralaba Sony Sugema College
Bisnis Bimbingan Belajar, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
Sony Sugema College, 022-7274011/0817214170

2. Waralaba TK Mutiara Indonesia
Bisnis Pendidikan TK & Playgrup, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
Yayasan Mutiara Indonesia, 021-4691616

3. Waralaba MER Furniture Centre
Bisnis Retail Furniture, Franchise Sekitar Rp 100 Juta
PT. Garant Mobel Indonesia, 021-87908980

4. Waralaba Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi
Bisnis Ayam Goreng, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
PT Weling Simbah Wulung, 021-8312921

5. Waralaba MultiPlus Business Centre
Bisnis Ruang Sentra Bisnis, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
PT Multi Graha Realindo, 021-56963033

6. Waralaba High Scope School
Bisnis Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 115 Juta
Yayasan Pendidikan Belajar Aktif, 021-75917353

7. Waralaba Professionals Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 125 Juta
PT Professionals Indonesia, 021-83700202

8. Waralaba Raine & Horne Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 130 Juta
PT. Raine Horne Indonesia, 021-5277288

9. Waralaba Cars Wash
Bisnis Salon Cuci Mobil, Franchise Sekitar Rp 140 Juta
PT. Comaresto Servicetama, 021-5607520

10. Waralaba Global Art
Bisnis Pendidikan Gambar & Art, Franchise Sekitar Rp 140 Juta, Global Art, 021-55794505

11. Waralaba ERA Property & Car Rental
Bisnis Property Estate & Car Rental, Franchise Sekitar Rp 150 Juta,
PT ERA Indonesia, 021-5708000

12. Waralaba Le Monde Baby’s World
Bisnis Peralatan Bayi & Anak Kecil, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Lembanindo Tirta Anugerah, 021-74707432

13. Waralaba Martha TiLaaR
Bisnis Spa Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
Martha TiLaaR, 021-3195921

14. Waralaba Metrodata
Bisnis Service & Consultant IT, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Metrodata Electronics TBK, 021-2524555, 021-5705998

15. Waralaba Primagama
Bisnis Pendidikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
Purdie E Chandra, 021-7949809, 021-7949810

16. Waralaba Ray White Property Agent
Bisnis Agen Properti, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Ray White Indonesia, 021-3925333

17. Waralaba Taman Sari Royal Heritage SPA
Bisnis Spa & Kecantikan, Franchise Sekitar Rp 150 Juta
PT. Mustika Ratu Tbk, 021-3143585, 021-3801433

18. Waralaba Ya Kun Kaya
Bisnis Makanan Roti Oles, Franchise Sekitar Rp 150Juta
PT. Yakunkaya Toastindo, 021-28507717

Sumber: e-samarinda.com





19 02 2008

Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?

Memiliki sebuah usaha atau bisnis sendiri rasanya adalah imipian banyak orang saat ini. Namun, betulkah untuk memiliki sebuah usaha diperlukan modal yang besar? Pasti banyak yang akan menjawab, tergantung jenis usahanya. Lalu seberapa besarkah modal yang dianggap besar tersebut? Ini pun merupakan sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa beragam.

Salah seorang anggota Milis Dunia Wirausaha melemparkan sebuah pertanyaan ke forum beberapa waktu yang lalu. Pertanyaannya adalah “Usaha apa yg bisa dimulai dengan modal lima juta rupiah?”

Ternyata pertanyaan ini ditanggapi oleh beberapa anggota milis dengan sikap yang berbeda.
Ada yang menyarankan M.LM. Jenis usaha yang punya tantangan tersendiri terutama dalam memilah-milah mana M.LM yang “benar” dan mana yang sekedar money game dengan iming-iming tawaran income yang cepat dan besar.

Beberapa orang menyarankan usaha franchise skala kecil seperti yang saat ini ditawarkan oleh sebuah merek bahan makanan terkenal, Bogasari.
Saat ini Bogasari telah menawarkan berbagai jenis waralaba seperti kios jualan hambuger, mie, dll. Modalnya bervariasi tentunya, mulai dari delapan setengah juta keatas, dengan berbagai kemudahan kredit.

Fresh Corn dan Burger Edam pun sempat menjadi usulan jenis usaha — yang memerlukan pemikiran tempat yang strategis agar prospeknya bagus.

Ada pula yang menyarankan berjualan kue-kue basah ke kantor-kantor karena biasanya para pekerja kantoran ini tidak sempat sarapan di rumah. Syaratnya, jualannya harus pagi hari dan pilih kantor yang ada di ruko atau gedung-gedung kecil, karena biasanya administrasi akan lebih sulit untuk dapat berjualan di gedung-gedung perkantoran yang besar.

Selain menjual makanan sarapan pagi, berjualan (atau menerima pesanan) makanan kecil menjelang akhir pekan ternyata menjadi salah satu masukan berharga lainnya. Misalnya mpek-mpek, brownies, makaroni panggang — cocok sebagai pelengkap akhir pekan para pekerja kantoran atau ibu-ibu kantoran yang tidak sempat memasak. Disarankan untuk memberikan penawaran harga dan sample terlebih dulu, hari Rabu diharapkan pesanan sudah mulai masuk dan pada hari Jum’at makanan yang dipesan pun tinggal diantar.

Diantara reaksi positif ternyata ada pula yang cenderung negatif dengan mengatakan bahwa dengan modal tersebut, kita tidak bisa terlalu berharap banyak. Betulkah?
Ternyata banyak yang tidak sependapat. Kesimpulan dari beberapa masukan anggota Milis Dunia Wirausaha menyebutkan bahwa modal utama dalam membuka usaha adalah kemauan dan kerja keras. Justru, jangan berharap terlalu banyak dari usaha tersebut tanpa kedua hal ini.
Namun adakah usaha yang betul-betul tidak memerlukan modal?

Rasanya memang tanpa modal (uang) tidak mungkin bisa memulai usaha. Tetapi ada lagi sebuah masukan yang muncul saat diskusi ini berlangsung, tentang pendapat (atau ajaran) seseorang bahwa teori ini tidak berlaku bagi orang-orang yang ‘nekat.’

Beberapa tips diberikan untuk bisa memulai usaha dengan modal relatif kecil, antara lain:

-Tabunglah keuntungan yang kecil itu untuk menambah modal, agar usaha sedikit demi sedikit menjadi lebih besar. Setelah usahanya nampak propektif, pasti akan dilirik oleh investor ataupun perbankan untuk menawarkan pinjaman modal.

-Membuat proposal tentang rencana usaha yang akan digeluti, sebagai alat yang bisa dipakai untuk meyakinkan orang lain yang mempunyai modal. Mungkin teman, pelanggan atau yang lain sebagai sumber permodalan yang bukan dari lembaga keuangan. -Hal ini penting, karena tidak semua permodalan dapat diperoleh dari perbankan bila kita akan memulai usaha. Ada juga orang yang memulai usahanya dengan modal dari orang lain, bisa dengan pola bagi hasil atau kerja sama dalam bentuk lain.

-Dengan kreatifitas, yang belum tentu orang lain bisa melakukannya.

Selamat mencoba dan jangan mudah berputus asa!

Sumber: Dunia-Wirausaha.com





19 02 2008

Sudahkan Anda Mengerti Dengan Kalimat “Uang Bekerja Untuk Kita”?

Apa yg bisa dikerjakan oleh uang untuk kita?

Bukankah kita hanya berhak menerima sebesar berapa yg kita korbankan?

Dari pertanyaan-pertanyaan simple diatas ternyata menghasilkan banyak jawaban dan pendapat saat diskusi topik ini berlangsung di Milis Dunia Wirausaha beberapa waktu yang lalu.
Ada yang berpendapat bahwa uang bekerja untuk kita adalah “kita meminjamkan atau mengeluarkan uang dan kemudian mendapatkan bunga”. Ada pula yang beranggapan, uang bekerja untuk kita adalah berarti memiliki bisnis sendiri, betulkah tanggung jawabnya lebih berat? Untuk menjadi pemilik tentunya harus ada sistem yang ‘canggih’ begitu pula harus ada hal-hal lain yang difikirkan seperti kesejahteraan karyawan.

Berikut ini adalah pendapat beberapa anggota Milis Dunia Wirausaha menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Hal ini bisa sesimple:
Saat kita menanam modal untuk mempunyai warung misalnya dengan menyewa seorang penjaga warung yang menyetor uang setiap malam atau seminggu sekali atau sebulan sekali. Kita sebagai empunya warung tidak pernah berada di warung tersebut setiap harinya.
Jadi singkat kata, kita tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang masukan hasil penjualan warung tersebut.

Tetapi uang modal yang kita tanamkan di warung tersebut telah bekerja sendiri, telah menghasilkan pendapatan untuk kita. In short, seperti yang dimaksud oleh Kiyosaki adalah kita punya bisnis sendiri.

Yang lain juga berpendapat yang sama, uang bekerja untuk kita bukan pula berarti tanpa pengorbanan, dalam arti, kita mendapatkan sebesar yang kita “korbankan” (baca: modal awal), ditambah dengan jungkir balik, memuutar otak, supaya bisnis kecil yang kita buat dapat berkembang.

Ada pula yang memberi masukan sebagai berikut: Kata kunci biarkan uang bekerja untuk kita adalah pada sistem. Bangun sebuah sistem yang kokoh kemudian tinggalkan dan biarkan sistem itu yang bekerja untuk kita. Contoh nyata dari sebuah sistem yang berhasil adalah ketika sistem tersebut tidak perlu campur tangan si pemiliknya. Si pemilik pergi jalan-jalan enam bulan misalnya meninggalkan perusahaannya tapi perusahaan itu tetap berjalan karena sistemnya sudah berhasil dibangun.

Di dalam buku Cashflow Quadrant — buku berikutnya dari Kiyosaki setelah Rich Dad Poor Dad — ada salah satu cerita yang menarik tentang pembangunan sistem:
Pada suatu ketika di sebuah desa terjadi kekeringan air. Air hanya bisa diperoleh di sebuah sungai yang berlokasi cukup jauh. Akhirnya kepala desa memutuskan diadakan proyek pengadaan air. Kemudian muncul dua perusahaan yang bersedia melaksanakan proyek itu. Keesokan harinya, perusahaan A langsung dengan giat bekerja menyediakan air bagi penduduk dengan ember yang setiap hari diangkut dari sungai ke lokasi desa penduduk. Perusahaan B menghilang entah kemana. Perusahan A hanya tertawa melihat perusahaan B hilang entah kemana. “Tak ada saingan,” pikirnya. Akhirnya perusahaan A pun berkembang dengan pesat, bahkan anak-anaknya turut serta membantu bisnis pengangkuta air bagi penduduk. Enam bulan kemudian perusahaan B kembali.

Ternyata perusahaan B tidak menghilang begitu saja, namun selama ini perusahaan B merencanakan untuk pembangunan sistem pipa air minum langsung dari sungai ke desa penduduk. Ahli – ahli yang sesuai dengan bidangnya masing-masing berdatangan desa untuk pembangunan pipa tersebut. Air menjadi lancar, lebih murah, lebih bersih. Di akhir cerita Perusahaan A pun akhirnya mati bersaing dengan perusahaan B. Perusahaan B menang karena sistem yang dikelolanya bisa bekerja dengan lebih baik, manajemen lebih tertangani, kualitas pun meningkat.

Kesimpulan dari cerita tersebut:
ada kalanya pembangunan sebuah sistem memerlukan pengorbanan yang tepat, pengorbanan bisa apapun, waktu, uang, bahkan bisa jadi ego kita sendiri, namun hasil akhirnya adalah sistem itu dapat bekerja untuk kita. Tentunya dengan analisis yang tepat sejak awal.

Apabila Anda diberi pertanyaan, akan menjadi perusahaan yang mana, A atau B? Ternyata jawaban pun tidak mutlak..

Ada yang mengambil ‘alternatif’ sebagai berikut:
Memilih menjadi Perusahaan A dulu dan segera berbenah menjadi perusahaan B. Alias, ambil dulu yang kecil dan terus berbenah untuk membentuk usaha yang memiliki sistem.
Menjadi perusahaan A berarti lebih cepat merasakan hasilnya, walau akhirnya tidak berlangsung lama. Sedangkan untuk menjadi perusahaa B, akan butuh modal jauh lebih besar, untuk hasil yang jauh lebih banyak dan berlangsung jauh lebih lama..

Analogi lainnya:
Jika kita mengejar uang “HOW”-nya adalah kita langsung bekerja ke sumber dan membawa “uang” tersebut ke rumah kita, ini butuh energi dan bersifat terbatas. Tetapi kalau kita mencoba memasang “Pipa-Pipa ” dari Sumber “uang” tersebut menuju rumah kita dan tetap menjaga agar pipa-pipa tsb tetap kokoh — disitulah istilah uang bekerja untuk kita akan terjadi.
Jadi tidak sepenuhnya kita “tidak bekerja” karena tetap kita harus menjaga pipa-pipa tersebut tetap kokoh dan juga harus jeli melihat sumber-sumber “uang” yg baru dan memasang pipa disana menuju rumah kita. Bedanya, dengan memiliki pipa-pipa ini kita lebih menghemat energi kita dan hasilnya juga lebih maksimal dibanding asumsi pertama.

Menurut anggota Milis Dunia Wirausaha, definisi uang disini bisa berupa Cash, Piutang, Intelectual Property, Fixed Asset dll. Sayangnya sebagian dari kita baru memahami bahwa Uang = Cash.

Kita bisa menggunakan uang/asset kita untuk menghasilkan Cash Flow positif (uang bekerja untuk kita) dengan menggunakan Sumber Daya Kita, misalnya:

Broker: menjual informasi tentang suatu produk tidak berdasarkan Single out transaction tetapi multiple of income. Contoh : Future Broker Representative (sales) mendapatkan klien utk perusahaan Broker Future. Dia akan memperoleh income selama si klien bertransaksi di perusahaan Broker tersebut.

Penulis: dia tidak menjual buku tapi menjual intellectual propertynya

Banker/Tengkulak : menjual uang cashnya sebagai Piutang

So, how do we start?
Banyak saran yang dikemukakan oleh para anggota Milis Dunia Wirausaha:
Belajar dari sekolah dalam arti sebenarnya (pendidikan formal). SMP, SMA, kuliah. Di kuliah banyak ilmu – ilmu baru, banyak kenalan, banyak kegiatan mahasiswa yang bisa diikuti. Dari semua ini kita belajar ilmu – ilmu baru yang membantu penyelesaian masalah di masyarakat, dari sekolah kita mendapat jaringan dengan teman – teman, angkatan atas yang sudah senior dan sudah sukses, dosen, dari kegiatan mahasiswa kita mendapat latihan, simulasi sebenarnya untuk membangun bisnis seperti pengelolaan SDM, manajemen waktu, manajemen uang, marketing, dll. Ada benarnya juga orang yang berkata pendidikan yang membebaskan.

Belajar lewat M.LM. M.LM adalah sekolah bisnis yang bagus. Kita belajar dengan teori, praktek dan ada mentor yang selalu membantu kita menyelesaikan masalah. Seorang member M.LM yang sukses bisa dipastikan mau membantu para downlinenya. Kenapa? Karena dengan begitu mereka membantu diri mereka sendiri, semakin banyak downline tentu semakin banyak uang yang mengalir bukan?

Ada pendapat yang menarik yaitu M.LM bukan bisnis yang baik, tapi dari sana anda bisa banyak belajar. ML.M mengajarkan konsep tolong diri anda sendiri dengan menolong orang lain melalui :
Jaringan yang sudah terbangun Sistem yang sudah terbukti sukses Edukasi pendidikan bisnis lewat pelatihan – pelatihan Melatih mental bisnis

Orang yang sudah sukses di M.LM biasanya lebih mudah melaksanakan bisnis. Buat yang masih ingin belajar banyak tentang bisnis, M.LM bisa menjadi salah satu alternatif.

Kerja keras dengan step-step seperti perusahaan A. Di Indonesia banyak perusahaan – perusahaan lokal yang eksis berhasil menjadi ciri khas suatu daerah. Perusahana pembuat oleh-oleh misalnya. Tapi pernah kah terfikir berapa puluh tahun yang mereka butuhkan untuk membangun sebuah sistem itu? Majalah SWA, pernah membahas hal ini dimana di Indonesia banyak yang seperti perusahaan A karena bisa dibilang lebih mudah diikuti dan tidak perlu berpikir terlalu banyak.

Tapi kata kunci dari semua ini adalah selalu belajar dan terus belajar. How to start ? Belajar dan terus belajar.

Terus memperkaya diri dengan ilmu tentunya sambil terus melek financial. Sehingga,
pada suatu saat kesempatan datang, kita menyadarinya dan take the best of it. Terkadang kesempatan usaha itu berseliweran di depan mata tapi kalau kita tidak terlatih untuk melihatnya ya, kita cenderung diam dan merasa tidak punya kesempatan bisnis.
Seperti istilah Kiyosaki; sooner or later anda akan mendapatkan jalan untuk keluar dari perlombaan tikus ini…

Jadi sekali lagi, kata kunci dari semua ini adalah selalu belajar dan terus belajar. How to start? Belajar dan terus belajar.

Sumber: Dunia-Wirausaha.com





19 02 2008

Soichiro Honda

Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda
selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya
lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja
jalanan.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis
Honda — Soichiro Honda — selalu diliputi kegagalan saat menjalani
kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis
mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur.
Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak
pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi
kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari
kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu
akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras. ”Nilaiku
jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di
sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur Soichiro, yang meninggal
pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengidap lever.

Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang
membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di
bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut
paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat
mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki
kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak
seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu
bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal.
Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun,
dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin
menyaksikan pesawat terbang.

Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak.
Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan
sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di
benaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia
sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart
Shokai Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara
kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara
yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari
perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang
permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan
membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak
ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu
menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu,
jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai
subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap
kreatif.

Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari
mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam
goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan
ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya
laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang
pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan
diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia
berpikir, spesialis apa yang dipilih ? Otaknya tertuju kepada
pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada
1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif.
Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak
memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku
dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan
menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat
kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,
kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi,
soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel
mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah. ”Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak
diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang
hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang diusia mudanya
gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan
mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap
penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir
segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima
pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda
berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun
serasa kian dekat di pelupuk mata.

Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap
perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau
menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad
mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya
terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.

Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan
mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa
diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan
bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai
Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal
dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan
sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa
mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka,
sepeda motor– cikal bakal lahirnya mobil Honda — itu diminati oleh
para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu. Para
tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda
kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak
itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut
mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat
keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah
kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ”ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA
HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN
SAYA,” tuturnya. Ia memberikan petuah, ”KETIKA ANDA MENGALAMI
KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH
MIMPI BARU.” Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses
itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di
sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

Sumber : http://www.sarikata.com

 





Kiat Memulai Usaha

19 02 2008

1. START WITH A DREAM

Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan

yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all

started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah

terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat

dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak

mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES

Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan

sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa

ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and

Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan

keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang

baru.

3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS

Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH,

PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah

pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut

kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha

akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik.

4. WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS

Ambillah resiko. The Gaint that u will be able to achieve is directly

proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan

merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai

akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang

diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan

kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan

“entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada

tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan

mengatur perusahaan yang telah maju.

5. SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF

Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants,

ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat

www.fastpdf.com dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat

diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan

kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual

merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan

menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan

usaha pada fase itu.

6. WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY

Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan

seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat

dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh

workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat

tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan

memimpikan kerjanya.

 

7. MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE

Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama

orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan

tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha

kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

8. DEAL WITH FAILURES

Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk

menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha,

selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan

mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah

dan hadapilah !

9. JUST DO IT, NOW!

Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga.

Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati

akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang,

karena besok bukanlah milik kita.

Kunci Sukses Usaha

William A. Ward pernah berkata, “Ada empat langkah mencapai sukses,

yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik,

dan tidak mudah menyerah.” Gunakan falsafah Ward ini agar sukses.

Perinciannya sebagai berikut :

Ikuti perkembangan jaman

Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak

membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak

membantu Anda.

Buat rencana keuangan

Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target

jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi

keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.

Perkirakan aliran uang tunai

Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke

depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.

www.fastpdf.com

Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran

atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan

Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.

Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga

Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya

tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.

Kembangkan jaringan (network)

Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang

berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang

bisa digali.

Disiplin/motivasi

Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau

motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar

 

apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang

harus dicapai dalam minggu ini.

Selalu waspada dan siap

Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem

pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara

pemasaran atau kualitas produk.

Cintai pekerjaan Anda

Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya “sense of belongin” pada

pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri,

dan uang akan mengikuti Anda.

Jangan mudah menyerah

Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat

berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih

terlalu lama, apalagi menyerah.

Strategi Meraih Kemenangan

Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang

pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian

Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir

dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :

a. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri

Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang

kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan

untuk jadi seorang pemenang.

b. Yakinlah pada diri Anda

Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan

dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan

mencapainya.

c. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia

Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak

sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda

memikirkan kembali pilihan karir Anda.

d. Evaluasi talenta Anda dengan jujur

www.fastpdf.com Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,

Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin

saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan

baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.

e. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda

Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini

mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah

pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika

tidak berhasil mencapai sukses.

f. Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan

tim sepak bola

Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda.

Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

 

g. Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda

Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda.

Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu-

satunya cara untuk mencapai tujuan.

Tipe Wirausaha

Menjadi wirausahawan mandiri

Untuk menjadi seorang wirausahawan mandiri, berbagai jenis modal mesti

dimiliki. Ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat :

Sumber daya internal, yang merupakan bagian dari pribadi calon

wirausahawan misalnya kepintaran, ketrampilan, kemampuan

menganalisa dan menghitung risiko, keberanian atau visi jauh ke depan.

Sumber daya eksternal, misalnya uang yang cukup untuk membiayai

modal usaha dan modal kerja, social network dan jalur demand/supply,

dan lain sebagainya.

Faktor X, misalnya kesempatan dan keberuntungan. Seorang calon

usahawan harus menghitung dengan seksama apakah ke-3 sumber

daya ini ia miliki sebagai modal. Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka ia

akan merasa optimis dan keputusan untuk membuat mimpi itu menjadi

tunas-tunas kenyataan sebagai wirausahawan mandiri boleh mulai

dipertimbangkan. Mencari mitra dengan “mimpi” serupa

Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon wirausahawan

bisa mencari partner/rekanan untuk membuat mimpi-mimpi itu jadi

kenyataan. Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya

yang tidak dimilikinya sendiri sehingga ada keseimbangan “modal/sumber

daya” di antara mereka. Umumnya kerabat dan teman dekatlah yang

– dijadikan prospective partner yang utama sebelum mempertimbangkan

pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.

Pilihan jenis mitra memiliki resiko tersendiri. Resiko terbesar yang harus

dihadapi ketika berpartner dengan teman dekat adalah dipertaruhkannya

persahabatan demi bisnis. Tidak sedikit keputusan bisnis mesti dibuat

dengan profesionalisme tinggi dan menyebabkan persahabatan menjadi

www.fastpdf.com

retak atau bahkan rusak. Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga,

risiko yang dihadapi tidak banyak berbeda dengan teman dekat. Namun,

bukan berarti bermitra dengan mereka tidak dapat dilakukan. Satu hal yang

penting adalah memperhitungkan dan membicarakan semua risiko secara

terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga jika konflik tidak dapat

dihindarkan, maka sudah terbayang bagaimana cara menyelesaikannya

sejak dini sebelum merusak bisnis itu sendiri.

Mitra bisnis lain yang lebih netral adalah bank atau institusi keuangan

lainnya terutama jika modal menjadi masalah utama. Pinjaman pada bank

dinilai lebih aman karena bank bisa membantu kita melihat secara makro

apakah bisnis kita itu akan mengalami hambatan. Bank yang baik wajib

melakukan inspeksi dan memeriksa studi kelayakan (feasibility study) yang

 

kita ajukan. Penolakan dari bank dengan alasan “tidak feasible” bisa

merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan

bagian kredit bank mengenai elemen apa saja yang dinilai “tidak

feasible”. Bank juga bisa membantu kita untuk memantau kegiatan usaha

setiap tahun dan jika memang ada kesulitan di dalam perusahaan, bank

akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pinjamannya. Ini

merupakan “warning” dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera

berbenah. Wirausahawan yang “memaksakan” bank untuk memberi

pinjaman tanpa studi kelayakan yang obyektif dan benar akhirnya sering

mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan

tidak jalan, dan hilanglah harapan untuk membuat mimpi indah menjadi

kenyataan. Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi, dalam skala

kecil maupun skala nasional. Pinjaman seringkali melanggar perhitungan

normal yang semestinya diterapkan oleh bank sehingga ketika situasi

ekonomi tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun turut

terbawa jatuh. Menjual mimpi itu kepada wirausahawan lain (pemilik modal)

Jika teman atau kerabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah

karena kita lebih menghargai hubungan kekerabatan atau persahabatan

atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak

ada agunan yang bisa dijadikan jaminan untuk memulai usaha anda, ada

cara lain yang lebih drastis, yaitu menjual ide atau mimpi indah itu kepada

pemilik modal. Kesepakatan mengenai bagaimana bentuk kerjasama bisa

dilakukan antara si pemilik modal dan penjual ide. Bisa saja pemilik modal

yang memodali dan penjual ide yang menjalankan usaha itu, bisa juga

penjual ide hanya menjual idenya dan tidak lagi terlibat dalam usaha

itu. Jalan ini biasanya diambil sesudah cara lainnya tidak lagi

memungkinkan sedangkan ide yang kita miliki memang sangat layak

diperhitungkan.

Ketiga cara di atas selayaknya dipikirkan sebelum seseorang mengambil

keputusan untuk menjadi wirausahawan. Tanpa pemikiran mendalam,

pengalaman pahit akan menjadi makanan kita. Banyak usaha yang akhirnya

gulung tikar sebelum berkembang. Contohnya, pada tahun 1998, penduduk

Jakarta tentu masih ingat akan trend “kafe tenda” sebagai reaksi atas

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang saat itu banyak terjadi. Tiba-tiba

www.fastpdf.com saja banyak mantan karyawan perusahaan beralih profesi menjadi

wirausahawan. Bahkan usaha tersebut ramai-ramai diikuti oleh pula oleh

para selebritis. Trend ini tidak mampu bertahan lama. Banyak “usaha

dadakan” ini terpaksa gulung tikar. Entah kemana para wirausahawan baru

kita ini akhirnya menggantungkan nasibnya sekarang.

Sumber : http://www.depkop.go.id





Meraih Sukses

8 01 2008

Hikam :

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

 

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah.” (Al-Hadist)

 

Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi pecundang, tapi kita telah disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia tapi juga untuk ukuran akhirat.

 

Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia juga sukses. Beliau tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Usia 12 tahun sudah melakukan perjalanan untuk berdagang dan pada usia 25 tahun telah menjadi seorang pemuda yang bermutu akhlaknya dan terpercaya pribadinya.

 

Rasul merupakan pemuda yang sukses karena, pada saat memberikan mas kawin atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul memberikan sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya pada saat itu telah menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sangat sukses.

 

Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus “tenang” karena keyakinan akan adanya kekuasaan Allah. Lalu, “terencana” dalam melakukan sesuatu, baru “tawakal”. Kemudian “terampil” dalam berkerja; “tertib” dalam kehidupan; “tekun” dan “istiqamah” dalam mengatasi kejemuan; “tegar” dan sabar dalam menerima musibah dari berbagai macam kejadian; “tawadhu” atau rendah hati, karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan martabat kita.

 

Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakini semua ini adalah milik Allah, yang membuat kita menjadi tawadhu dan rendah hati, terus-menerus membersihkan hati dan terus meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan yang terbaik, yang terlihat dari kemuliaan akhlak dan sempurnanya amal dengan hati yang ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat.

 

Bundel by  UGLY — Jan ‘02